h1

Tertib Merokok

June 3, 2008

Tayangan Snap Shot pada hari Selasa, 3 Juni 2008 di Metro TV mengangkat mengenai perda rokok yang telah diberlakukan di kota Jakarta. Seperti yang kita ketahui bahwa di Jakarta telah diberlakukan perda rokok, dimana di beberapa tempat umum akan disediakan tempat khusus untuk merokok.

Dalam tayangan tersebut diangkat mengenai anomali yang terjadi di masyarakat, bahkan juga di perkantoran dan di stasiun kereta api.

     “Mba, disini yang lebih parah asap knalpot daripada asap rokok.”

Itulah jawaban dari seseorang yang kedapatan merokok di daerah kereta api. Padahal, disana sudah jelas terpampang larangan merokok di daerah stasiun kereta api. Lucu terdengar jawaban dari orang yang kedapatan merokok tersebut. Seandainya asap knalpot lebih parah, perda rokok jadi tidak berlaku di stasiun, gitu? 

     “Tahu gak mas, di sini kan ga boleh merokok?”

     “Oh, di dalam ruangan gak boleh. Tapi kalau di jalan antar ruangan boleh, Mba.”

Seseorang yang kedapatan merokok beralasan demikian. Bahkan dia mengatakan kalau itu sudah diatur. Ketika ditanya bagaimana bunyi peraturannya, si bapak malah menjawab tidak tahu.

     “Mas, tadi saya liat mas merokok disini. Bukannya disini dilarang merokok, yah?”

     “Lupa, Mba.”

Alasan yang kocak. Saya sih menduga si bapak udah mepet. Tinggal jawab satu kata yang paling sakti untuk menafikan semua kesalahan. Trus, kalau lupa kita boleh merokok sembarangan yah, Pak?

     “Mending lupa makan, Mba, daripada lupa rokok.”

     “Kan masih pada kosong angkotnya Mba.”

     “Kalo gak merokok, ngantuk Mba.”

Merokok itu tidak dilarang. Perda rokok hanya mengatur bahwa di tempat tempat umum, dilarang merokok sembarangan. Tolong lihat, ketika di rel kereta api atau di bus ada anak-anak dan orang tua yang notabene daya tahan tubuhnya tidak sekuat Anda. Di tempat-tempat umum disediakan ruangan untuk merokok. Silahkan Anda pakai ruangan tersebut untuk merokok. Jadi, kegiatan Anda tidak mengganggu orang lain.

Banyak yang mengatakan bahwa perda rokok sekarang semakin longgar. Banyak warga Jakarta yang tidak mematuhi aturan tersebut. 

Yah, dari dulu problem bangsa kita emang ini. Disiplin. Disiplin untuk mematuhi peraturan yang ada. Disiplin untuk tidak membuang sampah sembarangan aja susah. Disiplin untuk tidak merokok sembarangan aja susah. Bagaimana kita mau disiplin terhadap peraturan yang lebih rumit lagi? Ayo berdisiplin. Kata bu guru, disiplin pangkal keberhasilan. Jadi, yang gak mematuhi peraturan, lulus SD tidak ,yah?

Mari kita sama-sama membangun bangsa kita dengan disiplin. Yuk…! Seperti kata Pak SBY, Indonesia Bisa!

Leave a Comment