
Pantaskah?
May 31, 2008Menarik untuk melihat bahwa terjadi gelombang demonstrasi yang besar dari mahasiswa mengenai kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Mendengar ini, saya langsung terbayang stigma akan mahasiswa yang menjadi aktivis. Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Salah satu wujud dari kemahasiswaan itu mungkin berupa demonstrasi ke jalan menyuarakan pendapat.
Beberapa hari yang lalu saya chatting dengan teman saya mengenai kejadian di Unas. Kita berbicara banyak mengenai kejadian tersebut.
“Haha, Lo gak ikut turun ke jalan?”
tapi, saya mendapat jawaban yang sangat mengejutkan.
“Engga, ah! Mereka yang turun ke jalan meneriakkan anti-korupsi aja masih korupsi.”
“Haha, maksudnya?”
“Yah, mereka aja masih nitip absen, nyontek tugas, apa pantas nyuarakan anti-korupsi?”
Saya hanya tertawa dalam hati saya. Menarik sekali pendapat teman saya ini. Saya hanya teringat akan sebuah quote yang dipublikasikan di Seven Habits of Highly Effective Teens.
Ketika aku masih muda serta bebas berfikir dengan khayalan,
aku bermimpi untuk mengubah dunia.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah.Maka cita-cita itupun agak kupersempit,
dan kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku.
Namun tampaknya itupun tiada hasilnya.Ketika usia senja mulai kujelang,
lewat upaya terakhir yang penuh keputus asaan,
kuputuskan untuk mengubah hanya keluargaku, yaitu
orang-orang yang paling dekat denganku.
Namun alangkah terkejutnya aku,
ternyata mereka pun tak kunjung berubah !!!Dan kini,
sementara berbaring di tempat tidur, menjelang
kematianku, baru kusadari:
“Andaikan yang pertama-tama kuubah dulu adalah diriku sendiri,
maka lewat memberi contoh sebagai seorang panutan,
mungkin keluargaku bisa kuubah,dan berkat inspirasi dan dorongan mereka,
kemudian aku menjadi mampu memperbaiki negeriku, dan siapa tahu,bahkan aku juga bisa mengubah dunia!”
Cobalah dulu untuk tidak menyontek tugas teman, menitip absen, cabut kuliah,
itu kan merupakan contoh dari korupsi. Cobalah ubah diri sendiri terlebih dahulu sebelum kita berteriak atas nama kepentingan rakyat. Cobalah ubah keluarga kita terlebih dahulu. Setelah itu, mulai lah dari komunitas Anda. Sampai saat itu, tidak telat buat Anda untuk mengubah dunia.
Saya setuju kalau mahasiswa juga harus tidak melakukan korupsi dengan gayanya,
Jikalau ada seorang ayah yang suka mabuk2an apakah salah jika dia memarahi anaknya yang kedapatan sedang mabuk??
Menurut saya untuk mengatakan kebaikan tidaklah perlu keluar dari mulut orang yang sudah suci. Semua orang berhak untuk menegur jikalau ada hal2 yang tidak baik.
Salam
@dillah
kalau anaknya juga mabuk2an? pantas marahin ayahnya?
kalo saya pembunuh, aneh kan saya bilang sama orang lain untuk tidak membunuh.
kalau saya tukang bohong, aneh kan kalau saya ngingatin orang lain untuk tidak berbohong.
yang ingin saya katakan adalah cobalah untuk mengubah diri sendiri baru mengubah orang lain.
peace…