Saya senang sekali ketika menonton Indiana Jones and The Kingdom of Crystal Skull. Pertama, karena saya memang penggemar film dari Steven Spielberg. Konon katanya, Steven Spielberg pernah mengajukan tawaran menjadi sutradara James Bond, tetapi ditolak. Akhirnya, Steven Spielberg membuat filem Indiana Jones yang sangat digemari masyarakat hingga sekarang. Setidaknya, penuhnya penonton di bioskop menjadi pertanda bahwa film ini memang sangat digemari. Apalagi, pemain utamanya Harrison Ford yang mampu membuat mata sejumlah wanita tak bosa memandang wajah yang adventrous dan jantan itu.
Bukan hanya itu, itu juga merupakan kencan pertama saya dengan pacar setelah sekian lama tak berjumpa. Saya menjalani long-distance relationship sejak saya cuti. Jadi kencan pertama ini sangat berarti buat saya. Kita menumpahkan rasa kangen yang dipendam selama dua bulan itu.
Ada yin ada yang. Yah, walaupun saya sangat senang, ada aja hal-hal yang membuat saya jengkel.
Saya dapat seat dengan pacar di tengah-tengah. Saya sih pengen seat angka tiga belas karena itu merupakan favourite seat kita. Karena kita jadian tanggal tiga belas. hi hi hi. Jadi semacam luck charm buat kita berdua. Kebetulan samping kiri saya dan samping kanan saya merupakan pasangan juga. Pacar sih kayaknya.
Ketika film menunjukkan adegan-adegan air terjun dengan sebuah boat, tiba-tiba sebelah saya menjerit kegirangan.
Wah, wah, wah lihat itu!!
Semua orang sangat kaget dengan reaksi dia. Karena semua orang yang seru menonton adegan tersebut. Tepatnya, kita semua merasa sedikit terganggu dengan komentar berlebihan itu.
Wah, keren mereka terjun… Waaaaaaahhhh…
Kesan kedua, katro. Buset deh semua bagian di adegan film tersebut dikomentari.
Kok dia bisa tahu, yah? Hebat banget…
Suaranya sangat mengganggu satu barisan tersebut. Dan, saya sangat terkejut sekali ketika mendengar mobile nya berdering. Astaga, bukankah di awal dari masuk bioskop sudah disarankan menutup perangkat mobile agar tidak mengganggu sekitar.
Haloo…
Astaga, kesan kedua : super katro. Dia menjawab telefonnya dengan suara yang sangat keras, seolah-olah lagi di kamarnya sendiri.
Iya, ini lagi nonton Indiana Jones. Seru dehh!
Saya tak ingat lagi dia bilang apa. Pastinya, dia terus mengoceh-ngoceh bersama lawan telefonnya itu. Saya melihat ada beberapa orang yang melotot dia. Termasuk pacar saya.
Ini lagi-lagi merupakan contoh bahwa seseorang tidak memiliki etika di ruang publik. Di bioskop seperti itu, Anda tentu ingin menyaksikan film Anda dengan tenang bersama orang yang Anda sayangi -aneh kan ke bioskop sendiri-.
Kalau Anda ingin berteriak seperti itu, silahkan aja sewa DVD sendiri. Anda bisa nonton sepuas Anda. Berteriak sepuas Anda. Menjawab telefon sesuka Anda. Atau, Anda boleh membeli label sendiri seperti 21 dan Blitzmegaplex sehingga Anda membuat bioskop khusus untuk Anda sendiri.
Akhirnya, kencan indah saya ternoda juga. Please deh ah.. Jangan katro..

