Hari kamis adalah hari saya untuk main tennis. Memang, baru beberapa minggu terakhir saya mulai bermain tenis. He he he. Saya pikir daripada tidak melakukan apa-apa di rumah, lebih baik saya mencari kegiatan olah raga. Baik buat tubuh kan? Siapa yang berani bilang olah raga tidak baik buat kesehatan?
Saya biasanya tennis jam 4. Berangkat dengan motor dan tiba pada saat yang tepat. Saya bergegas mencari pelatih tennis. Karena saya masih pemula, saya harus banyak mendapat masukan dari yang ahli, kan? Sekilas melihat tidak ada.
“Ah! mungkin sebentar lagi dia datang.”
Tunggu lima belas menit, dia tidak datang-datang juga. Sedikit panik. Merasa bosan. Mulai grasak-grusuk. Garuk-garuk kepala.
“Sabar, Bert! Bentar lagi juga datang kok. Setiap orang kan bisa telat.”
Tunggu setengah jam, dia lagi-lagi belum datang. Panik beneran. Sangat bosan. Gelisah. Cakar-cakar kepala.
“Huh! Mana nih pelatih?”
Akhirnya daripada saya bosan, saya sms saja pacar saya. Ngobrol-ngobrol tentang tadi ujian makroekonomi nya dia. Bicara tentang dia lihat nilai matakuliah komputernya. Bicara anak autis yang membuat kericuhan disebelah. Bicara tentang bapak-bapak main tennis dengan logat Batak yang kental (sampai pacar saya yang orang Batak aja kesel he he he).
“Yank, pelatihnya blum datang donk! Bete!”
Pacar saya pun berusaha membantu saya agar saya tidak merasa bosan sendiri di lapangan tennis itu.
“Kenapa gak hp pelatihnya aja, yank?”
Saya berpikir sejenak. Ternyata saya tidak memiliki nomor hape dari pelatihnya.
“Ah.. Aku gak tahu nomor hapenya, yank!”
“Loh, kenapa gak nanya nomor hapenya, yank?”
“Males, ah! Nanti dia sering telepon aku supaya dia bolos ngelatih, yank!”
“Kalo begini kan dia gak bisa ngebatalin waktu latihan, cinta! he he he”
Pacar saya pun bingung. Setelah saya pikir-pikir harusnya pola pikir saya tidak begitu. Kalau tidak mengetahui nomor hapenya, akibatnya saya yang ga bisa hubungi dia. Saya yang rugi harusnya.
Saya baru-baru ini membaca buku science of succes karya dari James Arthur Ray. Disitu dikatakan mengenai kekuatan pola pikir. Kita harus sering-sering mengevaluasi pola pikir kita. Karena pola pikir yang bersifat negatif dapat menghambat kita untuk mencapai sukses yang kita inginkan.
Kemampuan manusia untuk menyadari pola pikirnya sendiri merupakan bagian dari kecerdasan intrapersonal seseorang.
Kecerdasan intrapersonal merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan pemahaman akan paradigma, prefersensi, dan praduga dari pikiran kita
Pikiran manusia pada dasarnya terdiri atas tiga bagian penting (sebenarnya ada empat tapi yang keempat tidak begitu relevan disini) yaitu pikiran sadar, pikiran analitis, pikiran bawah sadar. Ketiga pikiran ini bekerja sama mengolah dan menyimpan data sama seperti komputer. Tepatnya, arsitektur komputer meniru cara kerja otak dalam memproses data.
Pikiran sadar adalah pikiran dimana kita mengambil alih. Pikiran sadar juga tempat kita melakukan pertimbangan-pertimbangan rasional mengenai keputusan yang akan kita ambil.
Pikiran analitis adalah tempat paradigma, preferensi, praduga untuk menyaring informasi.
Pikiran bawah sadar adalah pikiran yang mengatur detak jantung kita, aliran darah, semua proses fisiologi dalam tubuh kita.
Nah, ternyata pikiran bawah sadar juga merupakan tempat memori jangka panjang otak kita. Sifatnya sama seperti harddisk. Begitu informasi sampai kepada pikiran bawah sadar, pikiran bawah sadar akan langsung menyimpannya. Pikiran bawah sadar tidak akan memprotes Anda bahwa yang disimpan bertentangan dengan nilai-nilai (values) Anda. Pikiran tidak akan mengatakan bahwa itu tidak sesuai dengan Pancasila, UUD’45, Magna Charter, dll. Sama seperti harddisk komputer yang akan men-save apapun yang Anda perintahkan.
Tugas untuk menyaring informasi terletak pada pikiran Analitis. Karena disitu semua informasi akan disaring melalui tiga lapisan paradigma, preferensi, praduga. Tanpa Anda sadari, pikiran analitis bisa memasukkan informasi ke pikiran bawah sadar Anda. Pikiran analitis Anda seperti bersaing dengan pikiran sadar Anda. Ada sejenis operating system yang mengatur proses kedua pikiran tersebut.
The Good News is Anda dapat memprogram pikiran analitis Anda. Anda juga dapat memasukkan informasi kedalam pikiran bawah sadar Anda. Salah satu contoh yang konkrit adalah ketika saya tidur di malam hari. Sebelum saya tidur saya akan mengatakan pada diri saya sendiri untuk bangun jam 6 pagi. Saya libatkan emosi saya, saya merasakan seolah-olah otak saya memasukkan kedalam pikiran bawah sadar saya. Ternyata, seperti yang Anda duga, saya bangun jam 6 tanpa alarm. It’s biological clock inside your body.
Nah, penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan afirmasi konsisten selama 21 hari untuk membentuk pola pikir yang baru (memprogram pikiran analitis Anda). Afirmasi tersebut harus dilakukan setiap hari. Afirmasi tersebut merupakan pola pikir yang Anda inginkan.
Tetapi,
Ada suatu sifat unik dari pikiran ketika afirmasi tersebut Anda katakan kepada diri Anda sendiri. Pikiran tidak dapat memproses kata “tidak”. Jadi ketika afirmasi positif Anda adalah
“Saya tidak akan merokok”
yang terjadi adalah semua kata akan diproses oleh otak, kecuali kata tidak. Jadi yang diterima otak adalah
“Saya akan merokok”
Saya sendiri pernah mengalami hal ini. Ketika ada yang mengatakan kepada saya untuk JANGAN membuka folder ini, yang terpikirkan oleh saya justru ingin membuka folder itu. Akibatnya, komputer saya terkena virus =).
Oh yah, ada lagi satu hal. Dalam afirmasi selama dua puluh satu hari tersebut, awalnya Anda akan cukup menerima afirmasi tersebut. Lama-kelamaan, Anda mulai menyadari bahwa Anda sedang membohongi diri Anda sendiri. Bahwa afirmasi tersebut hanyalah impian belaka. Hal tersebut memang lumrah terjadi. Itu adalah fase yang harus dilalui. Ketika Anda terus memberikan afirmasi kepada pikiran Anda sampai dua puluh satu hari, Anda akan benar-benar menanamkan pola pikir tersebut dalam pikiran analitis dan bawah sadar Anda.
Kesimpulannya, Anda bisa menjadi seperti apapun yang Anda mau. It’s just simple as it is.
Oh yah, kemaren saya menonton Oprah Show with Dr. Oz. Salah satu kata dokter Oz adalah bahwa kebiasaan dapat dibentuk dalam tiga minggu. Nah, kiranya ini sesuai dengan penjelasan diatas.
Jadi, saya bisa mengubah pola pikir aneh saya diatas tentang pelatih tenis saya. Tapi, tampaknya tidak butuh dua puluh satu hari untuk mengubahnya. =)
Selamat mencoba!