h1

Biomedical Engineering Books

July 19, 2008

Buat mahasiswa elektro 2007 yang mau masuk subjurusan Biomedical Engineering, saya menjual buku-buku bekas Biomedical Engineering. Ceritanya tahun kemarin, saya berencana masuk subjur Biomedical Engineering tapi tidak jadi. Nah, berhubung saya punya sekitar tiga buku untuk Biomedical Engineering. Berikut buku-bukunya:

 

  1. Bronzino, Joseph. Introduction to Biomedical Engineering. 2000. Academic Press : London.
  2. Carr, Joseph J. Introduction to Biomedical Equipment Technology.2001. Prentice Hall : New Jersey.
  3. Biomedical Engineering Handbook.
  4. Ashton, Richard. Principle of Biomedical Instrumentation and Measurement. Merril : New York

 

Buku yang pertama sampai ke tiga dijual. Buat buku yang keempat tidak dijual, karena itu diterima dari angkatan atas. Jadi karena buku turunan, juga harus diturunin mah angkatan bawah juga. :)

Oh yah, jangan salah sangka kalau buku diatas buku asli. Semuanya buku fotokopian hasil fotokopian Dunia Baru. Fotokopian Dunia Baru emang bagus. Cuman sayangnya harganya mahal, karena mereka juga masukin cost buat polisi. Berbeda kalau beli di HME, lebih murah, tapi kualitas nya masih kalah dengan Dunia Baru. 

Nah mumpung semester kemarin saya langsung PRS, jadi buku-buku yang baru dibeli tidak terlalu banyak dibaca. Masih keliatan baru kecuali beberapa bab awal dari buku Bronzino. 

Buku Bronzino merupakan buku yang paling lengkap memberikan wawasan mengenai Biomedical Engineering. Seperti kita tahu, kalau Biomedical Engineering merupakan bidang multidisiplin. Buku ini memberikan first insight kepada mahasiswa tingkat dua yang mengambil Dasar Teknik Biomedika, seperti apa itu dunia Biomedical Engineering.

Bagian awal dari Buku ini memberikan gambaran awal tentang mata kuliah Anatomi dan Fisiologi yang baru akan dipelajari di semester genap tingkat kedua. Buku ini tidak hanya berkutat di bidang Elektro saja (karena Biomedical Engineering di ITB merupakan subjurusan dari Electrical Engineering), tetapi juga memberikan pengetahuan di bidang Biomechanic, Tissue Engineering, Biomaterial, Biotechnology, Radiaton imaging, Biomedical Optics, Biosensor, Rehabilitation Engineering. Buat yang mau menambah pengetahuan di bidang Biomedical Engineering silahkan membaca buku ini.

Buku yang kedua lebih banyak berfokus pada peralatan-peralatan yang dipakai di dunia Biomedical Engineering. Tak hanya itu, buku ini juga memberikan overview beberapa konsep dasar yang penting dalam dunia Biomedical Engineering. 

Buku yang ketiga merupakan Handbook of Biomedical Engineering yang pasti akan dipakai ketika Anda sudah menjadi Biomedical Engineer atau Clinical Engineer. 

Kalau buku yang terakhir merupakan buku yang  wajib untuk mata kuliah Dasar Teknik Biomedika. 

Buku pertama dan ketiga saya jual @ Rp 75 ribu, karena memang isinya bagus. Kalau Buku kedua saya jugal cuman 40 ribu rupiah. Kalau Anda mau membeli ketiga nya, saya tawarkan 150 ribu, plus buku turunan yang keempat. :)

Bisa nego kok! Okay? CP : Albert (0817613206 atau 022 76252276)

h1

Mom

July 12, 2008

We fight each day, until we forget the most important thing in our life has been abandoned.

Inilah quote yang terpikirkan hari ini. Inspirasi yang didapat ketika saya bangun dari tidur siang. Saya langsung menyaksikan idola cilik dan kisah selebritis, di RCTI dan di Trans7. Idola Cilik merupakan acara kontes menyanyi untuk anak-anak. Sampai hari ini, tersisa dua orang finalis, yaitu Angel dan Kiki. Nah, di acara ini diselipkan suatu moment dimana Ayah dari Kiki dioperasi berkat bantuan dari Jalinan Kasih

Ayah Kiki pernah mengalami kecelakaan yang menyebabkan wajahnya menjadi cacat. Perlu suatu keberanian untuk menatap dunia, menghadapi dunia dengan wajah seperti itu. Pasti Ayah Kiki memiliki mental yang sangat kuat, sehingga dia masih terus berdiri untuk menghadapi dunia ini. Bukan hanya leher, sebelah tangan dari Ayah kiki juga menjadi susah digerakkan. 

Tampilnya Kiki di idola cilik, dan mendapat voting sms terbanyak, membawa berkah untuk Ayahnya. Menurut saya, tampilnya kiki turut membawa kesempatan Ayah kiki untuk mendapat bantuan dari Jalinan Kasih. Kiki pastinya mendapat banyak fans dari seluruh Indonesia yang menyukai suara tingginya itu. 

Di acara pada hari ini, saya merasa terharu banget. Sekecil itu, sebelas tahun, sudah bisa membuat orang tua menjadi bangga. Bayangkan kalau anda menjadi orang tua nya Kiki. Betapa bangga nya memiliki anak yang bukan hanya berprestasi, tapi juga membantu kita sebagai orang tua.

Saya sempat merenungi hal ini. 

“What have i done for my Mom and Dad?”

Or still I become a beggar, still asking for their money?

How many times I made them disappointed? 

Second show, acaranya kisah selebriti di Trans7 yang menampilkan VJ Daniel Mananta. Saya cuman sekejap melihat acara itu. Benar-benar sekilas. Saya cuman mendengar

Melihat wajah kedua orang tua saya, saya tahu mereka bangga banget mah gw.

Dan itu… priceless banget. 

Dulu, ketika saya belum di Bandung, ketika SMA , ibu saya pernah bercerita begini.

Aduh, kalo nanti kamu dah jadi orang, dan kamu kirimin duit buat mama, senang banget deh mama.

trus kamu bilang mah mama ‘nih ma, ini uang dari albert buat mama!’, wah mama pasti seneng banget. Walaupun yang kamu kirim gak cuman seberapa, tapi mama seneng banget .”

Menurut saya memang benar kata Daniel Mananta. It’s priceless. Itu merupakan salah satu hal yang paling penting dalam hidup yang ingin saya capai. Saya benar-benar sekali mencapai moment tersebut. Moment ketika saya memberikan uang yang sudah bisa saya peroleh sendiri, tanda bahwa saya sudah dewasa secara finansial, dan tidak menyia-nyiakan usaha Ibu kepada saya.

Can you describe your mom’s face when she heard you said that?  I’m pretty sure that you guys are very happy with it. It would be the best moment ever in your life. It’s just like, your mom’s burden, has been taken away. Now, it’s my turn to make you happy mom. Just sit back, watch me, and i’ll give you everything you would like to ask. I’m not asking for anything from you mom. All i want to see is that you feel happy with all i can do for you. I can’t guarantee that i could give you anything you would like. But, you can be sure, mom, whenever you ask something, whatever it is, how much it is, how expensive it is, how hard it is to get, I would give my every inch of my effort to give that to you, mom. Because deep in my heart, i love you, mom.


h1

i’m back

July 1, 2008

wah lama tidak ngeblog… soalnya baru hari ini sejak pindah dari siantar ke bandung… hari ini baru pasang internet… pasang speedy lagi… yang office juga… bedanya dulu sendiri…sekarang harus dibagi bersama sebelas orang… beuuhh!!!

h1

ITunes U

June 6, 2008

Astaga. Saya beruntung sekali menggunakan produk Apple. Recently, saya gak tahu kapan, Itunes membuka satu feature-nya yaitu iTunes U. Setiap orang bisa mendownload course yang ditawarkan dari universitas terkemuka di dunia. Anda bisa mendownload setiap track, atau men-suscribe nya. Courses yang ditawarkan berasal dari semua universitas terkemuka di US seperti MIT dan Stanford, dll. Bahkan sekarang di UK, sudah mulai menawarkan course nya di iTunes.

Dan semuanya gratis.

Anda tinggal download, taruh di iPod Touch Anda, kemanapun Anda pergi Anda bisa mendengar course tersebut, tanpa mengganggu orang lain. Just make sure, you have an adapter and enough battery. :)

h1

Wahai Pancasila

June 5, 2008

Tanggal 1 Juni kemarin kita merayakan hari lahirnya Pancasila, ideologi bangsa kita. Suatu identitas yang dapat dijadikan sebagai pemersatu bagi rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan, hanya dapat disatukan ketika ideologi Pancasila  diinternalisasi oleh seluruh rakyat Indonesia. Namun, seperti banyak yang diberitakan di koran, pada tanggal 1 Juni kemarin, Pancasila dicederai oleh , menurut berita, KLI.

KLI, yang didalamnya juga termasuk FPI, melakukan aksi anarkis terhadap AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan). Hal ini tentu saja mencoreng nilai persatuan yang ada di dalam Pancasila. Apalagi, ini dilakukan di lapangan Monas. Suatu trademark yang bisa kita banggakan dari Indonesia. Seolah-olah hari tersebut bagi mereka tidak menjadi sakral, tempat tersebut tidak menjadi sakral buat mereka.

Dalam acara Save Our Nation, duo Mallarangeng, yang digilai oleh ibu-ibu rumah tangga yang katanya tampan, membawa topik mengenai penyerangan yang dilakukan oleh KLI terhadap AKKBB. Andi, jubir presiden, berulang kali mengatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum, bukan negara kekerasan. Oleh karena itu, setiap tindak kekerasan harus ditindak tegas. Siapapun itu. Atas nama apapun itu. Negara harus bisa mengemban amanat untuk memberikan hak yang paling hakiki, yaitu rasa aman, kepada setiap warga negara.

KLI yang dikomandoi oleh Munarman, mengakui dengan jelas bahwa penyerangan itu dilakukan oleh KLI. Bahkan Munarman berani berkoar mempersilahkan polisi untuk menangkap dirinya. Tapi, ketika sekarang puluhan orang dari FPI yang sudah diperiksa, berikut ketua FPI Habib rizieq, Munarman malah tidak kelihatan. Munarman recently mengirim video yang mengatakan bahwa dia tidak melarikan diri, hanya saja dia akan menyerahkan diri jika Ahmadiah sudah dibubarkan. Sejak kapan deh mau nangkap seseorang harus pakai syarat-syarat dulu? Munarman harusnya tahu posisinya sekarang. Dia sekarang adalah buronan, tidak berhak mengajukan syarat. 

Saya sendiri sudah merasa sangat aneh terhadap FPI. Kemarin, pernah beredar video di YouTube yang berisi Sobri Lubis memberikan ceramah di daerah- daerah mengajak masyarakat untuk membunuh Ahmadiah. Sobri Lubis juga mengatakan persetan dengan HAM. Terhadap video ini, polisi malah tidak bertindak. Apa isi dari video tersebut kurang jelas untuk dinyatakan sebagai menghasut orang untuk melakukan tindak kriminal.

Saya sangat merasa lucu dengan komentar-komentar dari Munarman. Munarman, pada waktu itu meminta pihak Tempo dan Goenawan Muhammad untuk berlutut meminta maaf kepada dia. Katanya, kalau tidak dia sudah menyiapkan laskar-laskar untuk menyerang Tempo. Wah, bahkan wartawan senior sekelas Goenawan Muhammad yang dulu saja tidak takut pada rezim Soeharto tidak takut, berani dilawan. Pastilah, Goenawan Muhammad tidak akan bersujud menyembah meminta maaf kepada Munarman.

Dari perkataan dia diatas, dia sendiri sudah tidak memandang hukum. Ironis sekali melihat latar belakangnya dulu sebagai orang yang melek hukum. Dia mengatakan bahwa dia akan menyiapkan laskar nya untuk menyerang Tempo. Bukankah ini sudah merupakan petunjuk bahwa Munarman sendiri sudah tidak menghormati hukum yang berlaku di Indonesia?

Historis

Jika kita melihat jauh kebelakang mengenai masalah ini, maka kita akan menemukan titik terang dari asal usul kaum garis keras ini. Dulu, ketika berakhirnya Perang Diponegoro ,di Indonesia terdapat dua kelompok dari pemeluk agama Islam, yaitu kelompok abangan dan kelompok putihan(santri). Kelompok abangan dipandang oleh kaum putihan sebagai kelompok Islam yang tidak menjalankan ajaran Islam dengan sempurna. Kaum putihan ini merupakan mereka yang pergei ke Mekah untuk mempelajari Islam dan membawa ajaran Islam yang kaku dan intoleran.

Sebelum abad ke 19, kehidupan keagamaan di Indonesia lebih diwarnai dengan sintesa mistik (mystic synthesis) yang diambil dari berbagai tradisi dan khazanah budaya Indonesia pra-Islam. Islam sendiri disikapi sebagai salah satu khazanah budaya yang kaya. Mayoritas Muslim di Indonesia oada rentang abad ke-14 hingga awal abad ke 19, menurut Ricklefs, menjalankan agama mereka dengan semangat sintesa semacam itu, Kaum putihan yang muncul pada awal abad ke-19 menamai fenomena keberagaman yang “kurang Islami” sebagai abangan. Menurut mereka, kaum abangan adalah “orang-orang yang tak saleh, yang meninggalkan kewajiban-kewajiban agama.” Luthfi Assyaukanie dalam Pengantar buku Nusantara oleh Bernard HM Vlekke.

Kaum putihan ini memiliki peranan yang penting dalam membawa konsep jihad yang kemudian disebarkan kepada masyarakat. Mereke melakukan kegiatan pemurnia terhadap kaum abangan, sekaligus menggerakkan masyarakat untuk mengusir “kafir londo” yaitu kaum penjajah. 

Tetapi pemurnian ini terus melakukan pemurnian hingga zaman orde baru. Walaupun sekarang sudah tidak terdapat kaum kafir londo, mereka masih mengganggap sosok kaum abangan sebagai musuh yang harus dimurnikan. Dari situlah asal mulanya kelompok Islam yang bergaris keras seperti FPI itu mendapat asal usulnya.

Protagonis

Pada saat penyerangan tersebut dilakukan, kita melihat sejumlah polisi disana tetapi tidak dapat berbuat banyak. Banyak sekali kekecewaan masyarkat akan kinerja dari polisi. Mulai dari kejadian Unas sampai kejadian di monas ini.

Menurut salah seorang sosiolog, yang saya baca opini nya dari Kompas, mengatakan bahwa polisi perlu meletakkan pola pikir bahwa polisi ada bersama masyarakat. Polisi itu bukan berada di sana, dan masyarakat ada disini. Polisi harus merasa bahwa mereka ada bersama-sama dengan rakyat untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Mereka perlu menjadi pihak yang protagonis terhadap masyarakat.

Rakyat Tanpa Negara

Saya ngeri melihat reaksi dari beberapa kelompok masyarakat yang mengultimatum kepada pihak FPI untuk membubarkan diri. Mereka mengatakan bahwa apabila FPI tidak dibubarkan dalam jangka waktu yang diberikan mereka akan bertindak sendiri untuk mengusir FPI. Ini adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi dimana kelompok masyarakat tertentu main hakim sendiri. Hanya pihak polisi yang berhak untuk melakukan penangkapan, dan harus dihindari tindak kekerasan semacam itu.

Mengutip teman peneliti LIPI, Jaleswari Pramodhawardhani, dalam pesan singkatnya kepada penulis, ”Kalau negara tetap membiarkan kekerasan sipil terorganisir bebas melakukan tindakannya terhadap warga lainnya, akan ada organisasi masyarakat sipil lain yang melakukan kekerasan untuk menghentikannya. Contohnya Banser NU yang sudah mulai bergerak di Jawa Timur memaksa FPI dibubarkan. Lalu, untuk apa adanya negara? Ini namanya rakyat tanpa negara!”.

Ikrar Nusa Bhakti Peneliti Senior pada Pusat Penelitian Politik-LIPI, Jakarta.

Pada lahirnya hari Pancasila, perlu kita renungkan kembali seberapa Pancasila-kah Anda? Sejauh mana Anda mengamalkan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila. Saya sangat terkejut dengan hasil survei kompas 5 Juni 2008 berikut ini

Mengutip survei yang dilakukan aktivis gerakan nasionalis pada 2006, sebanyak 80 persen mahasiswa memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara. Sebanyak 15,5 persen responden memilih aliran sosialisme dengan berbagai varian sebagai acuan hidup.

”Hanya 4,5 persen responden yang masih memandang Pancasila tetap layak sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara,” katanya.

Penelitian itu dilakukan di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya. Perguruan-perguruan tinggi tersebut selama ini dikenal sebagai basis gerakan politik di Indonesia.

Ini juga merupakan sebuah kritik sosial kepada masyarakat kita. Di tengah momen seratus tahun kebangkitan nasional, ini merupakan masalah yang harus kita hadapi bersama. 

Bangkit itu percaya, 
percaya bahwa kita bisa. 

Indonesia Bisa!

 

h1

Tertib Merokok

June 3, 2008

Tayangan Snap Shot pada hari Selasa, 3 Juni 2008 di Metro TV mengangkat mengenai perda rokok yang telah diberlakukan di kota Jakarta. Seperti yang kita ketahui bahwa di Jakarta telah diberlakukan perda rokok, dimana di beberapa tempat umum akan disediakan tempat khusus untuk merokok.

Dalam tayangan tersebut diangkat mengenai anomali yang terjadi di masyarakat, bahkan juga di perkantoran dan di stasiun kereta api.

     “Mba, disini yang lebih parah asap knalpot daripada asap rokok.”

Itulah jawaban dari seseorang yang kedapatan merokok di daerah kereta api. Padahal, disana sudah jelas terpampang larangan merokok di daerah stasiun kereta api. Lucu terdengar jawaban dari orang yang kedapatan merokok tersebut. Seandainya asap knalpot lebih parah, perda rokok jadi tidak berlaku di stasiun, gitu? 

     “Tahu gak mas, di sini kan ga boleh merokok?”

     “Oh, di dalam ruangan gak boleh. Tapi kalau di jalan antar ruangan boleh, Mba.”

Seseorang yang kedapatan merokok beralasan demikian. Bahkan dia mengatakan kalau itu sudah diatur. Ketika ditanya bagaimana bunyi peraturannya, si bapak malah menjawab tidak tahu.

     “Mas, tadi saya liat mas merokok disini. Bukannya disini dilarang merokok, yah?”

     “Lupa, Mba.”

Alasan yang kocak. Saya sih menduga si bapak udah mepet. Tinggal jawab satu kata yang paling sakti untuk menafikan semua kesalahan. Trus, kalau lupa kita boleh merokok sembarangan yah, Pak?

     “Mending lupa makan, Mba, daripada lupa rokok.”

     “Kan masih pada kosong angkotnya Mba.”

     “Kalo gak merokok, ngantuk Mba.”

Merokok itu tidak dilarang. Perda rokok hanya mengatur bahwa di tempat tempat umum, dilarang merokok sembarangan. Tolong lihat, ketika di rel kereta api atau di bus ada anak-anak dan orang tua yang notabene daya tahan tubuhnya tidak sekuat Anda. Di tempat-tempat umum disediakan ruangan untuk merokok. Silahkan Anda pakai ruangan tersebut untuk merokok. Jadi, kegiatan Anda tidak mengganggu orang lain.

Banyak yang mengatakan bahwa perda rokok sekarang semakin longgar. Banyak warga Jakarta yang tidak mematuhi aturan tersebut. 

Yah, dari dulu problem bangsa kita emang ini. Disiplin. Disiplin untuk mematuhi peraturan yang ada. Disiplin untuk tidak membuang sampah sembarangan aja susah. Disiplin untuk tidak merokok sembarangan aja susah. Bagaimana kita mau disiplin terhadap peraturan yang lebih rumit lagi? Ayo berdisiplin. Kata bu guru, disiplin pangkal keberhasilan. Jadi, yang gak mematuhi peraturan, lulus SD tidak ,yah?

Mari kita sama-sama membangun bangsa kita dengan disiplin. Yuk…! Seperti kata Pak SBY, Indonesia Bisa!

h1

berbeda itu indah

June 2, 2008

Double date selalu seru buat saya. Ada sensasi yang berbeda kalau kita ngedate dengan teman. Kalau cuman ngedate sendiri, memang kita bisa melakukan hala-hal yang cukup private buat kita berdua. Tapi, kali ini saya juga tak merasa canggung melakukan hal-hal yang dulunya saya rasa canggung di depan teman saya. Apalagi, dia juga membawa pacarnya.

Well, kemarin saya bersama pacar pergi ke lokasi Pantai Cermin di dekat Medan. Satu-satunya daerah di medan yang bernuansa alam deh kayaknya. Kebetulan, besoknya pacar sudah harus berangkat ke Bandung. Jadi, yah semacam perpisahan mini-sementara buat kita berdua aja. 

Nah, saya dan pacar saya beda agama dan beda suku. Teman saya, John juga pacaran beda suku dan beda agama. Saya Chinese dan pacar saya Batak. Lucunya, John Batak, sedangkan pacarnya Ela, Chinese. Moreover, Ela dan saya Katolik, sedangkan John mah Vebi Protestan. Kebalik-balik kan? Jadi kalau kita berempat pergi jalan bersama, orang akan menduga kalau pacar saya Ela. Padahal bukan, pacar saya Vebi. 

Teman saya yang kenal saya dah John pernah berkomentar begini

     Yang Batak dapat Cina, Yang Cina dapat Batak. Weleh-weleh!

Jaman sudah berubah deh. Sekarang bukan lagi jamannya kita masih mempersoalkan suku dan agama dalam berteman atau berpacaran. Jangan semua hal sedikit-sedikit kita hubungkan dengan masalah agama atau suku. Itu hanya akan membawa kita kedalam jurang fanatisme. 

Ketika pertama kali melihat orang yang baru kita kenal, dalam tiga detik pertama kita pasti berpikiran suku apa dan agama apa orang tersebut. Sudah saat nya kita memprogram otak kita untuk menghilangkan pola pikir kita yang seperti itu (Silahkan lihat post saya tentang Brain Programming). Banyak variabel-variabel yang dapat digunakan untuk menilai seseorang. Tidak hanya agama dan suku, deh!

Bukankah kita sering mendengungkan jargon “Walaupun berbeda tetapi tetap satu jua” ?  Perbedaan itu indah. Perbedaan itu menjadi indah ketika kita menghargai perbedaan. Perbedaan memberi warna dalam hidup Anda. Ketika Anda mulai menghargai perbedaan orang lain dengan Anda, orang lain juga akan memberikan penghargaan yang sama.

Anda pasti akan bosan, kan? Kalau melihat semua orang yang sama seperti Anda. Selera berpakaiannya sama, selera musiknya sama, selera makannya sama, pola pikirnya sama, semuanya sama. Tapi, itu tidak eksis. Perbedaan selalu ada. Akan menjadi sangat bijak apabila kita mencoba menghargai perbedaan sekecil apapun.

Bayangkan kalau tidak ada Chinese Food, orang tentu tidak bisa merasakan kwetiau yang enak, kan? Bayangkan kalau tidak ada Sundanese Food, orang tentu tidak bisa merasakan batagor yang enak, kan? Bayangkan kalau tidak ada Jogjanese Food, orang tentu tidak bisa merasakan gudeg yang enak, kan? bayangkan kalau tidak ada Indian Food, Anda pasti tidak akan mengetahui enaknya Kari.

Rite? Okay, mari kita makan kwetiau, batagor , gudeg dan kari. Kira-kira enak gak, yah? Hi hi hi :)

 

 

 

h1

Pantaskah?

May 31, 2008

Menarik untuk melihat bahwa terjadi gelombang demonstrasi yang besar dari mahasiswa mengenai kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Mendengar ini, saya langsung terbayang stigma akan mahasiswa yang menjadi aktivis. Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Salah satu wujud dari kemahasiswaan itu mungkin berupa demonstrasi ke jalan menyuarakan pendapat. 

Beberapa hari yang lalu saya chatting dengan teman saya mengenai kejadian di Unas. Kita berbicara banyak mengenai kejadian tersebut.

     “Haha, Lo gak ikut turun ke jalan?”

tapi, saya mendapat jawaban yang sangat mengejutkan.

     “Engga, ah! Mereka yang turun ke jalan meneriakkan anti-korupsi aja masih korupsi.”

     “Haha, maksudnya?”

     “Yah, mereka aja masih nitip absen, nyontek tugas, apa pantas nyuarakan anti-korupsi?”

Saya hanya tertawa dalam hati saya. Menarik sekali pendapat teman saya ini. Saya hanya teringat akan sebuah quote yang dipublikasikan di  Seven Habits of Highly Effective Teens.

Ketika aku masih muda serta bebas berfikir dengan khayalan,
aku bermimpi untuk mengubah dunia.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah.

Maka cita-cita itupun agak kupersempit,
dan kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku.
Namun tampaknya itupun tiada hasilnya.

Ketika usia senja mulai kujelang,
lewat upaya terakhir yang penuh keputus asaan,
kuputuskan untuk mengubah hanya keluargaku, yaitu
orang-orang yang paling dekat denganku.
Namun alangkah terkejutnya aku,
ternyata mereka pun tak kunjung berubah !!!

Dan kini,
sementara berbaring di tempat tidur, menjelang
kematianku, baru kusadari:
“Andaikan yang pertama-tama kuubah dulu adalah diriku sendiri,
maka lewat memberi contoh sebagai seorang panutan,
mungkin keluargaku bisa kuubah,

dan berkat inspirasi dan dorongan mereka,
kemudian aku menjadi mampu memperbaiki negeriku, dan siapa tahu,

bahkan aku juga bisa mengubah dunia!”

Cobalah dulu untuk tidak menyontek tugas teman, menitip absen, cabut kuliah, :) itu kan merupakan contoh dari korupsi. Cobalah ubah diri sendiri terlebih dahulu sebelum kita berteriak atas nama kepentingan rakyat. Cobalah ubah keluarga kita terlebih dahulu. Setelah itu, mulai lah dari komunitas Anda. Sampai saat itu, tidak telat buat Anda untuk mengubah dunia.

 

h1

Public Space(2)

May 29, 2008

Saya senang sekali ketika menonton Indiana Jones and The Kingdom of Crystal Skull. Pertama, karena saya memang penggemar film dari Steven Spielberg. Konon katanya, Steven Spielberg pernah mengajukan tawaran menjadi sutradara James Bond, tetapi ditolak. Akhirnya, Steven Spielberg membuat filem Indiana Jones yang sangat digemari masyarakat hingga sekarang. Setidaknya, penuhnya penonton di bioskop menjadi pertanda bahwa film ini memang sangat digemari. Apalagi, pemain utamanya Harrison Ford yang mampu membuat mata sejumlah wanita tak bosa memandang wajah yang adventrous dan jantan itu.

Bukan hanya itu, itu juga merupakan kencan pertama saya dengan pacar setelah sekian lama tak berjumpa. Saya menjalani long-distance relationship sejak saya cuti. Jadi kencan pertama ini sangat berarti buat saya. Kita menumpahkan rasa kangen yang dipendam selama dua bulan itu.

Ada yin ada yang. Yah, walaupun saya sangat senang, ada aja hal-hal yang membuat saya jengkel. 

Saya dapat seat dengan pacar di tengah-tengah. Saya sih pengen seat angka tiga belas karena itu merupakan favourite seat kita. Karena kita jadian tanggal tiga belas. hi hi hi. Jadi semacam luck charm buat kita berdua. Kebetulan samping kiri saya dan samping kanan saya merupakan pasangan juga. Pacar sih kayaknya.

Ketika film menunjukkan adegan-adegan air terjun dengan sebuah boat, tiba-tiba sebelah saya menjerit kegirangan.

      Wah, wah, wah lihat itu!!

Semua orang sangat kaget dengan reaksi dia. Karena semua orang yang seru menonton adegan tersebut. Tepatnya, kita semua merasa sedikit terganggu dengan komentar berlebihan itu.

     Wah, keren mereka terjun… Waaaaaaahhhh…

Kesan kedua, katro. Buset deh semua bagian di adegan film tersebut dikomentari. 

     Kok dia bisa tahu, yah? Hebat banget…

Suaranya sangat mengganggu satu barisan tersebut. Dan, saya sangat terkejut sekali ketika mendengar mobile nya berdering. Astaga, bukankah di awal dari masuk bioskop sudah disarankan menutup perangkat mobile agar tidak mengganggu sekitar. 

     Haloo…

Astaga, kesan kedua : super katro. Dia menjawab telefonnya dengan suara yang sangat keras, seolah-olah lagi di kamarnya sendiri.

     Iya, ini lagi nonton Indiana Jones. Seru dehh! 

Saya tak ingat lagi dia bilang apa. Pastinya, dia terus mengoceh-ngoceh bersama lawan telefonnya itu. Saya melihat ada beberapa orang yang melotot dia. Termasuk pacar saya. 

Ini lagi-lagi merupakan contoh bahwa seseorang tidak memiliki etika di ruang publik. Di bioskop seperti itu, Anda tentu ingin menyaksikan film Anda dengan tenang bersama orang yang Anda sayangi -aneh kan ke bioskop sendiri-. 

Kalau Anda ingin berteriak seperti itu, silahkan aja sewa DVD sendiri. Anda bisa nonton sepuas Anda. Berteriak sepuas Anda. Menjawab telefon sesuka Anda. Atau, Anda boleh membeli label sendiri seperti 21 dan Blitzmegaplex sehingga Anda membuat bioskop khusus untuk Anda sendiri.

Akhirnya, kencan indah saya ternoda juga. Please deh ah.. Jangan katro..

h1

Public Space

May 29, 2008

Kemarin, harusnya menjadi hari yang indah buat saya. Akhirnya, setelah beberapa bulan saya tidak bertemu dengan pacar saya, saya bisa ketemu dengan dia. Wuihh… senangnya …. Ya, iyalah sudah dua bulan kita engga bertemu. Sejak saya cuti itu loh. Namun, keindahan itu harus terusik dengan ketidaknyamanan ketika saya pulang.

Ketika jam 17.00 WIB, mobile phone saya berbunyi. Ternyata dari Mama.

     “Bert, kamu udah pesan travel, belum?”

Mama menanyakan perihal kepulangan saya dari Medan ke Siantar. Perjalanan pulang dari Medan ke Siantar memakan waktu kira-kira tiga jam. Plus antar jemput penumpang yang lain, jadilah sekitar tiga setengah jam. 

     “Belum, Ma. Kalau Asin pasti paling telat jam enam, Ma. Nanti Albert pesan yang Paradep aja.”

Paradep dan Asin merupakan sejenis travel untuk Medan Siantar. Yah, sejenis travel seperti CityTrans atau Cipaganti. Bedanya mungkin Paradep lebih kelihatan formal dan Asin lebih kelihatan informal travel car.

     “Oh! Yah sudah. Mama mau tidur dulu. Mau mastiin aja kamu dah dapat travel.”

Akhirnya saya memesan Paradep untuk jam tujuh malam. Karena saya baru saja selesai makan sekitar jam enam malam di Fountain di Sun Plaza Medan. Jadi, masih ada sekitar waktu satu jam untuk makan dan berpacaran, bercumbu, bercinta. He he he.

Saya sampai di travel pukul tujuh lewat sepuluh menit. Saya duduk di paling belakang, pojok kanan. Sudut mati. Dead end. Saya membuka ipod saya dan mulai memutar lagu Always Be My Baby nya David Cook. Lagu yang memutar lagi kenangan saya dengan pacar tadi siang.

Tak disangka, ternyata sebelah saya adalah bapak-bapak berbadan besar. Akhirnya, saya harus lebih merelakan porsi duduk saya untuk si bapak. Belum lagi bau keringat dia yang sangat menyengat yang membuat hidung saya ngos-ngosan untuk mencium bau seperti telor busuk (maaf, pak! emang kenyataan.) bercampur dengan tengik. Beuuhhh!

Si bapak akhirnya mengeluarkan sesuatu yang sangat saya tidak duga. Rokok. Dia mulai memantik mancisnya dan membakar ujung dari rokoknya. Asap rokok pun perlahan muncul dari ujung rokoknya yang membentuk huruf ‘S’. Bayangkan, ditambah dengan bauk telor busuk plus tengik, Anda pasti akan langsung merasa sangat tidak nyaman berada disamping Bapak itu.

Di luar dugaan saya, ternyata bapak disebelahnya juga memantik rokok. Akhirnya bercampurlah asap-asap rokok dalam mobil. Kebetulan saya merupakan orang yang sangat sensitif dengan bau rokok. Setelah mencium asap rokok, pasti hidung saya tersumbat. Saya sangat merasa sangat tersiksa ketika itu.

     Cause you always be my baby.

Lagu yang terputar di ipod saya tak cocok dengan suasana di mobil. Samar-samar saya malah mendengar David Cook menjadi seorang penyanyi dengan logat Indonesia. 

     Kas yu olweis bi mai babi.

Lagi-lagi supirnya juga menyalakan rokok. Dengan rokok tertancap di mulut dengan gigi kuningnya, dia membawa mobil dengan gila. Mendahului lewat jalur kiri. Astaga. Waktu pukul setengah delapan malam. Langsung terbersit dalam pikiran saya apabila mobil ini mengalami kecelakaan. 

     Eh, gw blom kawin bo. Jangan mati dulu.

Muka saya sangat masam waktu itu. Bapak-bapak sekalian tidak memikirkan di barisan depan terdapat seorang ibu dan bayi.Penelitian yang dipublikasikan di kompas.com mengatakan bahwa pengaruh asap rokok terhadap anak-anak sangat buruk. Setengah dari anak-anak menjadi pelanggan rumah sakit karena asap rokok.

Asap dari rokok berterbangan seiisi mobil. Saya pun akhirnya terbatuk-batuk.

     Ohok! Ohok!

Sekali-dua kali tak di gubris.

     Ohok! Ohok!

Lagi-lagi tak digubris.

      Ohok! Ohok!

Saya sengaja tidak melihat mereka. Muak dengan orang yang tidak memperdulikan kesehatan orang sekitar. Mereka merupakan orang-orang yang egois. Mereka hanya peduli dengan kesenangan sendiri tanpa melihat orang disekitar menjadi terancam karena kesenangan dia. Siapapun di dunia ini tak pernah membenarkan kesenangan seseorang yang merugikan orang banyak.

Akhirnya, asap rokok tak muncul lagi. Mereka berdua tertidur. Syukurlah. Tapi, saya lagi-lagi harus menderita. Si bapak disebelah saya dengan bau tadi, ternyata tidur dengan meletakkan kedua palm nya di belakang kepala. Akhirnya, ketiak yang basah - bahkan dia sudah memakai singlet- memunculkan bau yang sangat tidak enak buat saya.

     Beri cinta waktu. Kau menjauh, menangis hatiku.

Lagi-lagi lagunya Maliq and d’Essential tidak cocok dengan suasana. Alunan lagu-lagu jazz dengan live instrument tersebut sangat tidak pas. Saya harus menahan bau tersebut hingga pulang ke siantar. 

Saya sangat menyayangkan masyarakat yang tidak mengerti etika di tempat umum. Mobil itu didalam nya terdiri atas sejumlah penumpang. Mobil tersebut menjadi ruang publik. Ruang dimana berkumpulnya beragam manusia. Segala sesuatu yang akan kita lakukan di ruang publik harus mendapat consideration apakah hal tersebut akan mengganggu publik. Bapak diatas adalah contoh yang tidak mengerti mengenai etika di ruang publik.

Saya yakin, pada saat itu bukan hanya saya yang merasa terganggu. Ibu didepan juga pasti akan merasa geram dengan sikap bapak-bapak di belakang yang egois tersebut.

Beruntunglah sekarang di DPR akan membahas mengenai UU anti rokok. Semoga apa yang dibahas oleh bapak-bapak di Senayan mencakup pelarangan merokok di ruang publik.